Jumat, 25 Oktober, 2024

10 Musisi Papan Atas akan Tampil di Pantai Mertasari Sanur Bali

Panitia Festival sedang menjelaskan puluhan grup musik yang akan tampil di Sanur Bali, Selasa (9/8/2022). M-006
Panitia Festival sedang menjelaskan puluhan grup musik yang akan tampil di Sanur Bali, Selasa (9/8/2022). M-006

Sementara drummer legendaris Slank, Bimbim, mengatakan, pihaknya siap mengguncang Sanur Bali dalam Prost Festival Tahun 2022. Ia mengaku, Bali adalah rumah kedua bagi karya-karya Slank. “Bali bisa jadi rumah kedua bagi kami, dan banyak karya-karya Slank terinspirasi dari sini. Tentu kita sangat dukung adanya gerakan untuk mempromosikan musisi-musisi lokal Bali terutama generasi muda dan baru muncul, untuk bisa tampil di skala yang lebih luas lagi. Makin banyak jam terbang dan kesempatan manggung di acara musik yang besar seperti salah satunya Prost Fest ini, semoga talenta mereka semakin terasah dan nama mereka semakin bersinar, akhirnya mampu bersaing di ranah musik nasional maupun internasional,” kata Bimbim, dedengkot sekaligus drummer Slank. 

Totalnya akan ada 34 penampil! Mereka akan tampil di Prost Stage dan Singaraja Stage. Untuk Singaraja Stage, 70% – nya akan menjadi tempat bereksplorasinya para artist dan band local pride asli Bali. Ini adalah perwujudan dari salah satu misi Prost Fest 2022 yang ingin memperkenalkan talenta-talenta lokal Bali ke kancah yang lebih luas lagi.

“Bagi para festival goers, Prost Fest 2022 harus menjadi agenda yang wajib dikunjungi. Karena kami, telah menyiapkan sebuah paket hiburan yang berkualitas. Bukan hanya musik, tapi juga sebuah ekosistem ekonomi kreatif yang positif,” ujar Harianus Zebua selaku Head of Corporate and Marketing Communication OT Group.

Penjualan tiket yang dijual sejak Rabu, 29 Juni 2022 melalui  website www.prostfest.id. kini sudah terjual habis! Dan sebagai informasi tambahan, hasil penjualan   tiket   Prost   Fest 2022 sebagian akan didonasikan untuk pengembangan industri kreatif dan pariwisata di pulau Bali. “Prost Fest diharapkan bisa menjadi persembahan serta kontribusi semangat bagi Bali yang merupakan jendela dunianya Indonesia, agar bisa sepenuhnya bangkit kembali,” tutup Rudolf Dethu, selaku pengamat musik Bali. M-006